Posts

era teknologi bebas namun bertanggung jawab

  Pertemuan 19 GMLD Hari/Tanggal           :     Senin, 13 Desember 2021 Materi                     :     Era Teknologi Bebas namun Tanggung Jawab Narasumber            :     Rifatun Moderator               :     Rosminiyati Penulis                    :     Fatmawati Alhamdulillahirobbil’alamin pada sore hari ini senin tanggal 13 Desember 2021 dapat mengikuti pelatihan Guru Motivator Literasi Digital. Tak  terasa sore ini sudah pertemuan   ke-19, berarti tinggal satu kali pertemuan pelatihan GMLD akan selesai Pertemuan kali ini dimoderatori oleh Ibu Rosminiyati yang mendampingi seorang Narasumber hebat yang ...

mengembangkan kualitas gidup melalui literasi digital

Image
Tak terasa waktu terasa begitu cepat. Kelas pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) sudah memasuki di penghujung pertemuan, yakni pertemuan ke 20. Pada pertemuan terakhir kita akan mendapatkan materi tentang Pengembangan Kualitas Hidup melalui Program Literasi Digital yang akan disampaikan oleh narasumber Bapak Bambang Purwanto atau yang akrab dengan sapaan Mr. Bams. Beliau akan didampingi oleh moderator keren yaitu bapak Mulyadi, M.Pd. Sebelum melanjutkan membaca, silahkan berkunjung untuk mengenal lebih jauh tentang sosok narasumber pada pertemuan ini melalui link  berikut.   Selalu ada dua aspek yang saling bertentangan dari kemajuan teknologi informasi digital, jadi Anda harus selalu bijaksana dan baik, termasuk menggunakan informasi yang tersedia. Dalam hal ini, literasi digital merupakan salah satu strategi yang paling efektif untuk menangkal berbagai dampak negatif sekaligus mengoptimalkan dampak positifnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyar...

CINTA TANPA KATA

  Esok hari … Penanda waktu menunjuk angka 7 di tepian pagi. Kuasa telinga mendengar bel bedering tiga kali. Kuatkan raga kuasakan kaki melangkah pasti menyusuri koridor dan menyapa pintu. Ronta sukma kuasakan tangan membuka dan memasuki ruang penuh dengan pemilik hati sebagai mahluk berakal. Detak jantung selalu terpacu melaju mengiringi langkahku menuju sudut ruang. Aku sengaja minggir dari riuh rendah para insan berbudi yang sedang menunggu datangnya sang penebar ilmu. Kupaksa raga hentikan tapak kaki di dekat kursi sebagai marga sempurna untuk mencari ilmu. Aku tegakkan raga dan bersandar pada tegaknya kursi pambudi ilmu yang berdiri di sudut ruang. Hanya bisa semburatkan renung hati paling dalam dengan ikhlas kembangkan logika siap menerima tebaran pengetahuan. Pandangku berhenti di depan dan menemukan meja kursi yang masih hampa belum berpenghuni. Sebentar kemudian, mahluk berbudi nan sempurna datang membawa hikmat siap menebar ilusi penuh keilmuan. Kembara jiwa kua...

PANSIUNAN DAN TUKANG OJEK

  “ Bukan jarak yang membuat jauh tetapi sikap yang menciptakan jarak. Bunga mawar bisa menjadi teman,   sahabat bisa menjadi dunia bersama .” Sepagi itu, Sang Dwija sudah berdiri tegak di terminal kota. Sendirian sedang menunggu kehadiran angkutan umum antarkota dalam provinsi. Tangan kanannya tak lelah menjinjing kardus buah tangan. Sesekali wajahnya menengok ke pintu gerbang ketika ada bus yang datang. Lalu lalang bus antarkota keluar masuk terminal menandakan kehidupan angkutan jalan raya cukup padat. “Nah, ini dia sudah datang!” celetuknya ketika sebuah bus jursan Semarang memasuki terminal. Tak lama kemudian, Sang Dwija sudah duduk manis di dalam bus. Sudah ada beberapa penumpang yang asyik dengan kesibukan masing-masing. Ada seorang penumpung yang duduk di sampingnya sedang sibuk dengan handphonenya. Tidak bisa disapa, apalagi diajak ngobrol sangatlah mustahil. Meskipun lumayan banyak penumpang, tetapi suasana terasa sangat sepi. Hanya suara deru mesin bus yang...

Guru Pinggiran memimpin Sekolah Penggerak

Image
Tak terasa sudah 30 tahun lebih, Pak Broadin mengabdi pada negeri. Liku-liku perjalanan dari awal mendaki jalan terjal di lereng gunung kemudian berputar di sepkitar daerah pantai dan ditepi hutan tak lelah dilaluinya dengan ikhlas tanpa batas. Dengan senang hati, dididiklah anak negeri sehingga menjadi cendekiawan bangsa. Memang aneh menurut dirinya secara pribadi, bahwa belum pernah sekali pun rasanya menikmati sekolah di tengah kota, jangankan di kota kabupaten di kota kecamatan saja belum pernah. Semua sekolah yang menjadi tempat tugas mengabdinya selalu di pinggiran wilayah. Sehingga, beliau terkenal dengan sebutan guru pinggiran. Meskipun demikian, diterimanya dengan ikhlas dan sepenuh hati tidak muncul rasa iri dan dengki. Pengalamn menjadi guru pinggiran yang paling menarik adalah ketika Pak Broadin mampu membawa anak-anak pegunungan berprestasi hingga tngkat provinsi. Membawa siswa pinggiran mampu bersaing dengan siswa di perkotaan, baik secara akademik maupun non-akademik....